Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keunikan Pakaian Adat Baju Bodo Makasar Sulawesi Selatan

Keunikan-Pakaian-Adat-Baju-Bodo-Makasar-Sulawesi-Selatan

Keunikan Pakaian Adat Baju Bodo Makasar Sulawesi Selatan

Baju Bodo ini merupakan pakaian adat tradisional perempuan suku Bugis Makassar, Sulawesi, dan Bugis Pagatan, Kalimantan, Indonesia. Baju ini mendapat julukan atau dikenal sebagai salah satu baju atau busana yang tertua didunia dan Indonesia. Baju bodo adalah baju adat bagi perempuan Sulawesi Selatan yang dipakai sebagai pakaian kebesaran setiap acara. 

Pakaian Adat Baju Bodo juga sering dipakai dalam upacara pernikahan dan menari dalam berbagai festival. Pakaian Adat Baju Bododilengkapi dengan berbagai aksesoris. Aksesoris tersebut meliputi gelang panjang, Kalung, anting panjang, gelang lengan dan hiasan konde (bando). 

Baju Bodo ini memiliki bentuk yaitu segi empat yang biasanya pakaiannya berlengan pendek yaitu setengah atas dari siku lengan. Pakaian ini pada zaman dahulu dipakai tanpa penutup payudara.

Hal ini sudah pernah di jelajahi dan diperhatikan James Brooke ( yang kemudian diangkat Sultan Brunei menjadi Raja Sarawak ) pada tahun 1840 disaat James Brooke mengunjungi istana Bone. Semua perempuan Bugis ini menggunakan pakaian sederhana.

Yaitu sehelai sarung yang cukup menutupi pinggang hingga kaki dan baju tipis yang lebih besar dari pemakai atau longgar dari kain muslin atau kasa, memperlihatkan payudara dan tekuk-tekuk dada. Cara pemakaian baju bodo ini masih dipakai pada tahun 1840 sampai tahun 1930-an.

Menurut adat Bugis, ada warna baju bodo yang akan dikenakan itu memiliki arti yang menunjukkan usia dan martabat si pemakai :

a) Warna jingga memiliki arti yaitu si pemakai adalah anak perempuan yang umurnya sekitar 10 tahun.

b) Warna jingga dan merah memiliki arti yaitu si pemakai adalah gadis yang berumur sekitar 10 sampai 14 tahun

c) Warna merah memiliki arti yaitu si pemakai adalah perempuan yang berumur sekitar 17 sampai 25 tahun.

d) Warna putih memiliki arti yaitu si pemakai adalah para pembantu dan dukun.

e) Warna hijau memiliki arti yaitu si pemakai adalah perempuan yang memiliki darah biru atau memiliki bangsawan.

f) Warna ungu memiliki arti yaitu si pemakai adalah semua janda yang ada di Sulawesi Selatan.
Baju Bodo ini hanya dipakai dan sering dipakai untuk acara adat seperti upacara pernikahan. Tetapi pada zaman sekarang baju bodo ini mulai direvitalisasi melalui acara lainnya yaitu seperti lomba menari atau menyambut tamu besar atau agung.

2). Jas Tutu ( Baju Adat Pria Suku Bugis )
Jika tadi kita membahas pakaian adat untuk perempuan, sekarang kita saatnya membahas pakaian adat untuk pria yang ada di Sulawesi Selatan. Jika tadi baju yang dikenakan perempuan adalah Baju Bodo, sekarang baju yang digunakan Pria adalah Jas Tutu.
Jas Tutu ini yang dimana adalah pakaian adat pria suku bugis. Pakaian khusus untuk pria suku bugis bukan hanya jas tutu saja, juga ada yang lain.

Untuk pemakaian pakaian adat Sulawesi Selatan ini biasanya dipadukan atau berpasangan dengan celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk dan tutup kepala yaitu songkok.

Jas tutu memiliki bentuk yaitu lengan panjang leher berkerah serta diberi kancing yang terbuat dari sepuhan emas atau perak yang dimana itu dipasang di leher baju Sedangkan kain lipa sabbe atau lipa garusuk tampak polos tetapi memiliki warna yang mencolok.

3). Busana Pattuqduq Towaine atau baju adat wanita khas Mandar
Baju ini bukan sembarangan dipakai untuk setiap hari, tetapi dikenakan oleh wanita mandar pada saat perkawinan dan pada saat menari pattiqtuq.

Busana pattuqduq ini ( belum termasuk baju pokko dan sarung sutra khas mandar ) yang digunakan untuk menari yang terdiri dari 18 potong sedangkan busana untuk orang yang akan menikah adalah 24 potong. Baju pattuqduq ini terdiri dari Rawang Boko atau Baju Pokkoq.

Lipaq Saqbe Mandar ini memiliki beberapa motif sarung tenun mandar lainya contoh Lipaq Aqdi Diratte Duattodong, dan hiasan kepala, badan dan tangan yang mencerminkan budaya khas Mandar.

Sedangkan baju pria Mandar lebih sederhana karena hanya terdiri dari baju jas tutup terbuat dari bahan sutra yang memiliki corak bebas dengan warna hitam atau warna yang cerah.

Untuk paduan yang sangat cocok untuk baju pria Mandar ini adalah kain sarung tenun Mandar atau yang ada saja yaitu celana panjang yang kemudian ditutup dengan sarung hingga sebatas lutut.

Sedangkan untuk penutup kepala yang dikenakan pria mandar adalah kopiah atau yang sering disebut dengan songkok tobone dengan warna yang serasi antara baju bagian atas dengan jas atau sarungnya.

Untuk mempercantik atau memperbagus biasanya pria Mandar melengkapi busananya dengan melekatkan rantai emas yang diberi liontin atau medallion yang terbuat dari taring macan bahkan juga bisa terbuat dari taji ayam.

Hiasan tadi itu biasanya diselipkan sebagian saja di saku jas tutupnya dan sebagian lagi dibiarkan menjuntai ke luar. Untuk alas kaki mereka biasa memakai sepatu pantovel atau sandal yang terbuat dari kulit.

4). Baju Pokko
Baju Pokko adalah baju adat Toraja untuk wanita Suku Toraja. Baju adat Sulawesi Selatan ini merupakan baju yang memiliki lengan pendek dengan warna yang mendominasi yaitu warna kuning, merah, dan putih.

Untuk masyarakat Tana Toraja masih mempertahankan kelestarian pakaian adatnya sampai sekarang yaitu dengan cara mewajibkan seluruh PNS di Kabupaten Tana Toraja untuk menggunakan baju pokko ini setiap hari sabtu.

Sedangkan untuk pria sendiri mereka wajib menggunakan seppa tallung buku setiap hari Sabtu. Pakaian adat ini biasa menghunakan warna yang dominan yaitu merah, putih, dan kuning.

5). Baju Seppa Tallung Buku
Seppa Tallung adalah baju adat Sulawesi SelatanYaitu Suku Toraja. Pakaian adat Toraja ini adalah pakaian yang memiliki panjangnya sampai ke lutut. Seppa Tallung Buku adalah pakaian adat toraja yang digunakan laki-laki Suku Toraja.

Baju ini cocok jika dilengkapi dengan aksessoris lainnya yaitu kandure, gayang, lipa’,dan lain-lain. Baju ini bahkan pernah menjadi trending topic dalam ajang Manhunt International 2011 yang diadakan di Korea Selatan.

Dari situlah baju ini mendapat banyak pujian yang diberikan lewat beberapa media dan termasuk website yang mengomentari tentang pakaian adatyang digunakan oleh peserta dari Indonesia tersebut.

Pakaian adat yang digunakan adalah pakaian gabungan beberapa pakaian yang menjadi pakaian adat seppa tuluk dan memiliki sayap dan tanduk. Sayap dan tanduk itu memiliki arti yaitu menggambarkan kebesaran dan keagungan dari salah satu kebudayaan Indonesia tersebut.

6). Pakaian Adat Suku Makassar
Kebudayaan Makassar yang terdalam memiliki pakaian adat tradisional. Hal itu merupakan salah satu aspek yang sangat penting yang bukan hanya menghiasi tubuh pemakainya tetapi juga sebagai suatu kelengkapan yang dibutuhkan dalam upacara-upacara adat di Makassar.

Pakaian adat ini terdiri dari aksessoris-aksessoris perlengkapan yang digunakan dalam berbagai upacara-upacara adat baik yang berupa perkawinan, penjemputan tamu kehormatan, dan hari-hari besar lainnya.

Hari besar lainnya ini yang dimaksud adalah seperti upacara Accera Kalompoang adat Kerajaan Gowa. Pada dasarnya keberadaan dan pemakaian pakaian adat yang digunakan untuk upacara-upacara adat tertentu yang melambangkan keagungan upacara-upacara adat tersebut.

Upacara-upacara yang tertentu yang dimaksud adalah seperti pernikahan, penyambutan orang penting atau tamu, dan upacara hari-hari besar lainnya. Upacara besar tersebut adalah upacara

Demikian Keunikan Pakaian Adat Baju Bodo Sulawesi Selatan , semoga bermanfaat

Baca Juga Pakaian Adat Tradisonal Daerah Lainnya

Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Betawi Provinsi DKI Jakarta
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Sunda Provinsi Jawa Barat
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Provinsi Bali
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Papua Barat Provinsi Papua 
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Melayu Teluk Belanga dan Kebaya Labuh Riau
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Ulee Balang Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Ulos Batak Karo Provinsi Sumatera Utara
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Minangkabau Provinsi Sumatera Barat
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Jawa Provinsi Jawa Tengah 
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Madura Provinsi Jawa Timur
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Ambon Maluku Provinsi Maluku
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Provinsi Kalimantan Barat
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Palembang Provinsi Sumatera Selatan
Keunikan Nama Pakaian Adat Tradisional suku sasak, bima, sumawa Provinsi Nusa Tenggara Barat 
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Bengkulu Provinsi Bengkulu
Keunikan Nama Pakaian Baju Adat Tradisional Jambi Provinsi Jambi
Keunikan Nama Pakaian Baju Tradisional Adat Suku Mandar Sulawesi Barat