Keunikan Tari Pendet dan gerakan Tarian Pendet Tradisional Bali
Keunikan Tari Pendet dan gerakan Tarian Pendet Tradisional Bali 

Tari Pendet Bali - Bali adalah sebuah provinsi di indonesia yang memiliki daya tarik wisata alam serta adat budaya daerah bali sebagai bagian dari kesenian ragam budayanya yang unik di daerah bali yang salah satunya adalah tari kecak dan tari pendet yang mendunia .
Ciri khas yang dimiliki tari-tarian bali adalah gerakan bola mata yang melirik ke kiri dan ke kanan yang disebut dengan nyeledet. Disetiap tari bali pasti ditemukan gerakan nyeledet ini baik oleh penari pria maupun wanita.
Sejarah Tari Pendet
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia.
Tari pendet menceritakan tetang dewi-dewi kahyangan yang turun ke Bumi. Biasanya Taro Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri.
Para penari Pendet berbusana layaknya penari Upacara keagamaan. Masing-masing penari akan membawa sesaji berupa sangku/bokor (wadah yang didalamnya terdapat bunga warna-warni) yang nantinya diakhir tarian akan di taburkan ke tamu undangan sebagai sebuah simbol penyambutan.
Seiring perkembangan zaman, para seniman khususnya Bali I Wayan Rindi mengubah Tari Pendet menjadi tarian ucapan selamat datang dan tetap mengandung unsur yang sakral-religius.
Tari Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis. , yang ditampilkan berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya lainnya.
Fungsi Tari Pendet
Tari Pendet ini dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya,
1.Tari Pendet Sakral
Untuk Tari Pendet sakral ditampilkan sebagai bagian dari ritual keagamaan masyarakat Bali. Dalam pertunjukan tarian ini segala sesuatunya lebih sederhana, namun unsur religius sangat kental pada tarian ini.
2. Tari Pendet penyambutan
Sebagai hiburan atau tarian penyambutan. Dalam pertunjukan tari penyambutan ini lebih memfokuskan keindahan baik dari segi gerak, busana, dan kecantikan para penari. Namun walaupun begitu, unsur budaya masyarakat Bali masih melekat pada tari penyambutan ini.
Gerakan Tari Pendet
Gerakan Tari Pendet ini merupakan gerakan tari yang sangat komplit, karena gerakan tari tersebut hampir menggerakan semua bagian tubuh. Mulai dari gerakan kaki, tangan, jari, badan, leher dan gerakan ekpresif seperti gerakan mata dan mimik muka. Untuk menarikan Tari Pendet ini tentunya membutuhkan keluwesan dan kelincahan.
1.Ngumbang luk penyalin, berjalan ke muka belok kanan kiri dan ngentrag.
2.Duduk bersimpuh mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
3.Leher ngilek ke samping kanan seraya nyeledet (gerakan ini dilakukan 3x berturut-turut).
4.Ngagem kanan disertai luk nerudut dan nyeledet ke kiri.
5.Ngenjet gerak peralihan untuk perpindah dan menjadi agem kanan.
6.Ngotag pinggang bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
7.Ngelung rebah ke kiri dan kanan yang disertai dengan angumad tarik kanan dan kiri.
8.Ngumbang ombak segera berjalan belok ke belakang dan ke muka.
9.Nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai 2 atau 3 kali.
10.Ngelung kiri kanan beserta nyeledet kiri kanan lalu beranjak 2 terus berjalan.
11.Ngentrag berjalan cepat terus ngeseh dan menabur bunga sambil berjalan ngumbang luk penyalin.
12.Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerka nyakup bawa.
Kostum Tari Pendet
Dalam pertunjukannya penari menggunakan busana dan tata rias khas penari Bali. busana tersebut meliputi tapih, kemben prade, sabuk stagen, sabuk prade, selendang yang dililitkan di badan dan diletakan dipundak penari. Pada bagian kepala, rambut di ikat dengan pusung gonjer kemudian di hias dengan bunga jepun, bunga kamboja, bunga mawar dan jempaka. Selain itu penari juga dipercantik dengan berbagai aksesoris seperti gelang, kalung dan anting. Sedangkan untuk tata rias penari biasanya lebih mempertajam garis-garis muka supaya terlihat lebih jelas dan tidak lupa memakai subeng.
Tata busana pada tari Pendet adalah sebagai berikut:
1.Tapih berwarna hijau dengan motif crapcap
Cara penggunaan tapih sama halnya seperti memakai kain biasa, hanya saja ujung tapih ditaruh dibelakang dan harus menutupi mata kaki penari.
2.Kamen berwarna merah dengan motif mas – masan dengan pemakaian kamen biasa.
Cara penggunaan kamen pada tarian ini sama dengan penggunaan kamen pada umumnya.
3.Angkin prada berwarna kuning dan memakai motif tumpeng
Selendang berwarna merah tanpa motif yang dililit di badan penari2. Tata Rias Tari Pendet
Demikian Sejarah Tari Pendet dan gerakan Tarian Pendet Tradisional Bali, semoga informasi seputar Tari Pendet Bali ini bermanfaat, jangan lupa share
Ciri khas yang dimiliki tari-tarian bali adalah gerakan bola mata yang melirik ke kiri dan ke kanan yang disebut dengan nyeledet. Disetiap tari bali pasti ditemukan gerakan nyeledet ini baik oleh penari pria maupun wanita.
Sejarah Tari Pendet
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia.
Tari pendet menceritakan tetang dewi-dewi kahyangan yang turun ke Bumi. Biasanya Taro Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri.
Para penari Pendet berbusana layaknya penari Upacara keagamaan. Masing-masing penari akan membawa sesaji berupa sangku/bokor (wadah yang didalamnya terdapat bunga warna-warni) yang nantinya diakhir tarian akan di taburkan ke tamu undangan sebagai sebuah simbol penyambutan.
Seiring perkembangan zaman, para seniman khususnya Bali I Wayan Rindi mengubah Tari Pendet menjadi tarian ucapan selamat datang dan tetap mengandung unsur yang sakral-religius.
Tari Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis. , yang ditampilkan berbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya lainnya.
Fungsi Tari Pendet
Tari Pendet ini dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya,
1.Tari Pendet Sakral
Untuk Tari Pendet sakral ditampilkan sebagai bagian dari ritual keagamaan masyarakat Bali. Dalam pertunjukan tarian ini segala sesuatunya lebih sederhana, namun unsur religius sangat kental pada tarian ini.
2. Tari Pendet penyambutan
Sebagai hiburan atau tarian penyambutan. Dalam pertunjukan tari penyambutan ini lebih memfokuskan keindahan baik dari segi gerak, busana, dan kecantikan para penari. Namun walaupun begitu, unsur budaya masyarakat Bali masih melekat pada tari penyambutan ini.
Gerakan Tari Pendet
Gerakan Tari Pendet ini merupakan gerakan tari yang sangat komplit, karena gerakan tari tersebut hampir menggerakan semua bagian tubuh. Mulai dari gerakan kaki, tangan, jari, badan, leher dan gerakan ekpresif seperti gerakan mata dan mimik muka. Untuk menarikan Tari Pendet ini tentunya membutuhkan keluwesan dan kelincahan.
Susunan gerakan dasar tari Pendet diurutkan sebagai berikut :
1.Ngumbang luk penyalin, berjalan ke muka belok kanan kiri dan ngentrag.
2.Duduk bersimpuh mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
3.Leher ngilek ke samping kanan seraya nyeledet (gerakan ini dilakukan 3x berturut-turut).
4.Ngagem kanan disertai luk nerudut dan nyeledet ke kiri.
5.Ngenjet gerak peralihan untuk perpindah dan menjadi agem kanan.
6.Ngotag pinggang bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
7.Ngelung rebah ke kiri dan kanan yang disertai dengan angumad tarik kanan dan kiri.
8.Ngumbang ombak segera berjalan belok ke belakang dan ke muka.
9.Nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai 2 atau 3 kali.
10.Ngelung kiri kanan beserta nyeledet kiri kanan lalu beranjak 2 terus berjalan.
11.Ngentrag berjalan cepat terus ngeseh dan menabur bunga sambil berjalan ngumbang luk penyalin.
12.Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerka nyakup bawa.
Kostum Tari Pendet
Dalam pertunjukannya penari menggunakan busana dan tata rias khas penari Bali. busana tersebut meliputi tapih, kemben prade, sabuk stagen, sabuk prade, selendang yang dililitkan di badan dan diletakan dipundak penari. Pada bagian kepala, rambut di ikat dengan pusung gonjer kemudian di hias dengan bunga jepun, bunga kamboja, bunga mawar dan jempaka. Selain itu penari juga dipercantik dengan berbagai aksesoris seperti gelang, kalung dan anting. Sedangkan untuk tata rias penari biasanya lebih mempertajam garis-garis muka supaya terlihat lebih jelas dan tidak lupa memakai subeng.
Tata busana pada tari Pendet adalah sebagai berikut:
1.Tapih berwarna hijau dengan motif crapcap
Cara penggunaan tapih sama halnya seperti memakai kain biasa, hanya saja ujung tapih ditaruh dibelakang dan harus menutupi mata kaki penari.
2.Kamen berwarna merah dengan motif mas – masan dengan pemakaian kamen biasa.
Cara penggunaan kamen pada tarian ini sama dengan penggunaan kamen pada umumnya.
3.Angkin prada berwarna kuning dan memakai motif tumpeng
Selendang berwarna merah tanpa motif yang dililit di badan penari2. Tata Rias Tari Pendet
Demikian Sejarah Tari Pendet dan gerakan Tarian Pendet Tradisional Bali, semoga informasi seputar Tari Pendet Bali ini bermanfaat, jangan lupa share